Halo, semua!
Kami dari Labor Scholar Research Network atau jejaring cendekiawan perburuhan dan relasi industri ingin mengajak Kawan-Kawan Semua untuk menulis bersama dalam buku bunga rampai memahami sejarah dan menata masa depan.
Latar Belakang
Rekam jejak sejarah sangat diperlukan untuk memetakan isu dan transformasi dunia perburuhan dan industri di masa yang akan datang. Namun, relevansi sejarah cenderung tercerabut dari masa depan yang berakibat pada rendahnya minat pemuda untuk mengikuti materi sejarah sejak di sekolah (Cairns & Gerard, 2023). Padahal, energi dan kreativitas pemuda menjadi dukungan politik dalam perubahan kondisi perburuhan di masa yang akan datang (Tapia & Turner, 2018). Berkaca dari situasi tersebut, penulis berpendapat bahwa sejarah pun perlu dipahami ulang sebagai bagian dari proses mencapai masa depan kehidupan buruh dan relasi industri yang diharapkan.
Proses pencapaian masa depan kehidupan buruh dan relasi industri telah tercermin sejak masa kolonial hingga pasca reformasi dan masa digitalisasi di Indonesia. Pada masa kolonialisme, sejarah kemerdekaan Indonesia pada dasarnya adalah sejarah perjuangan kelas pekerja karena perlawanan yang dilakukan adalah perlawanan proses akumulasi primitif melalui kolonialisasi (Wilujeng, 2022). Kemerdekaan pun menjadi kemenangan bagi kelas pekerja hingga muncul berbagai kebijakan pro pekerja pada masa Sukarno. Namun, kesadaran akan kekuatan kelas pekerja ini tercerabut dalam sejarah perburuhan. Sejarah Indonesia telah ditulis kembali oleh rezim Orde Baru untuk mengubah kesadaran pekerja dan mengontrol gerakan pekerja melalui politik perserikatan (Ford, 2010). Padahal, seperti yang telah disampaikan Mizuno, pada masa Orde Baru ini masih ada usaha dan perlawanan berbasis komunitas dan organisasi kebertetanggaan pada tahun 1980an. Namun, hal ini juga tidak tertangkap dengan baik dalam sejarah perburuhan di Indonesia.
Kaburnya sejarah ini juga terjadi pada masa pasca reformasi, mulai dari tercerabutnya isu pekerja dalam aksi Reformasi 1998 yang pada saat itu marak dengan dokumentasi mirisnya kehidupan buruh pabrik sepatu internasional. Akibatnya, upaya membangun kesadaran kelas pekerja semakin jauh panggang dari api karena materi sejarah sebagai bukti kekuatan kelas pekerja semakin jauh dipahami dan diinternalisasi oleh para pekerja.
Padahal, kondisi pekerja saat ini juga tidak jauh berbeda dengan masa kolonial karena semakin rentan dan penuh dengan surveillance dari pemberi kerja. Jika pada masa kolonial pekerja diawasi oleh mandor dengan cambuknya, maka pekerja saat ini diawasi oleh teknologi informasi dan surveillance dengan cambuk potongan gaji dan sanksi lainnya yang menekan fisik dan mental pekerja.
Sementara itu, kajian-kajian perburuhan di Indonesia memiliki beberapa kendala, seperti: (1) dikotomi antara sejarah perburuhan dan masa depan; (2) kepentingan politik ekonomi dari rezim penguasa; (3) eksklusivitas dan otoritas dalam mengkaji sejarah perburuhan; serta (4) sumber pengetahuan dan data yang sebagian telah terberangus akibat kurangnya perawatan dan kepentingan rezim tertentu; (4) rendahnya pelibatan era digitalisasi dan perburuhan dalam kajian-kajian sejarah karena didominasi oleh sejarah kolonial dan Orde Baru.
Oleh karena itu, Labor Scholar Research Network membuka kesempatan bagi para cendekia perburuhan untuk mengkaji sejarah perburuhan dan implikasinya terhadap kondisi perburuhan saat ini dan masa depan dengan mengirimkan abstrak panjang. Dalam kajian ini, kami membuka kesempatan untuk mengkaji perkembangan perspektif, teori, dan metode dalam mengkaji isu perburuhan; berbagai aturan, sistem administrasi, model pengupahan,dan isu-isu lainnya yang dihadapi oleh pekerja sejak masa kolonial Belanda, Jepang, Masa Sukarno, Orde Baru, Reformasi hingga pasca reformasi dan digitalisasi. Selain itu, berbagai taktik dan strategi gerakan dan pengorganisasian buruh dalam mencapai tujuan serta beragamnya aktor-aktor yang menjadi lawan dari pergerakan juga menjadi topik dalam buku ini.
Dengan adanya buku ini, kami berharap dapat menggali pandangan dari berbagai cendekia perburuhan lintas disiplin, baik cendekia akademik maupun publik. Buku ini juga diharapkan dapat menjadi alternatif dari sekian banyaknya kajian-kajian sejarah perburuhan yang ada di Indonesia.
Tujuan
Tujuan dari publikasi ini adalah untuk memproduksi pengetahuan tentang permasalahan sejarah buruh dan implikasinya terhadap kondisi perburuhan terkini dan masa yang akan datang.
Manfaat
Publikasi ini dapat digunakan sebagai bahan alternatif untuk memahami kondisi perburuhan di masa kini dan peluang di masa yang akan datang.
Cakupan Topik
- Perspektif dan teori dalam mengkaji sejarah dan masa depan perburuhan di Indonesia
- Perbudakan dan perburuhan di zaman Belanda dan Jepang seperti romusha
- Sejarah munculnya kelas pekerja di masa lalu dan implikasinya di masa depan
- Globalisasi, eksploitasi, dan kolonialisasi perburuhan di masa lalu, masa kini, dan masa depan
- Sistem administrasi, tata kelola, dan relasi perburuhan di masa pra-kolonial, kolonial Belanda, Jepang, dan implikasinya di masa saat ini seperti buruh tambang nikel, dll
- Sistem dan model pengupahan yang diterapkan dan dampaknya bagi buruh di masa kolonial Belanda, Jepang, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi dan Pasca Reformasi.
- Perbandingan hukum perburuhan pada masa kolonial dan implikasinya hingga saat ini
- Permasalahan dan gerakan perburuhan berbasis identitas gender, wilayah, keagamaan, dan aliran ideologi lainnya
- Komoditas dan gerakan buruh di berbagai sektor, seperti agraria, pertambangan, jasa, transportasi, dan teknologi di masa kolonial Belanda, Jepang, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi dan Pasca Reformasi.
- Modus penundukkan atau pola pemberangusan gerakan buruh di masa di masa kolonial Belanda, Jepang, Orde Lama, Orde Baru, dan Pasca Reformasi dan peluang di masa yang akan datang.
- Negosiasi/proses tawar menawar perburuhan di masa lalu dan saat ini.
- Ideologi gerakan buruh di Indonesia di masa kolonial Belanda, Jepang, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi dan Pasca Reformasi.
- Strategi dan taktik gerakan buruh dalam mencapai tujuan maupun melawan pemberangusan di masa kolonial Belanda, Jepang, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi dan Pasca Reformasi.
- Serikat dan model organisasi buruh di Indonesia
- Militansi gerakan buruh multi-sektor di Indonesia
Ketentuan Penulisan Artikel
- Tulislah abstrak panjang (extended abstract) sebanyak 500-800 dengan referensi yang akan digunakan.
- Topik kajian dalam abstrak panjang tidak hanya memaparkan data sejarah tapi implikasinya bagi saat ini, khususnya di era buruh yang semakin rentan.
- Ditulis dalam huruf Times New Roman, 12, paragraph 1,15
- Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia
- Sistem penulisan kutipan dan referensi menggunakan sistem APA.
- Abstrak yang terpilih dapat mengirimkan tulisan ke laborscholars@gmail.com dengan subjek “Naskah Buku Sejarah Buruh_nama penulis” dalam bentuk Word dan dengan turut melampirkan CV penulis.
- Abstrak panjang yang terpilih dapat meneruskan penulisan menjadi artikel dengan jumlah kata 5000 -8000 kata per chapter
- Sistematika per chapter terdiri dari Pengantar/Pendahuluan, Isi, Penutup, Daftar Pustaka
Tanggal Penting
- Call for Extended Abstract: 9 Maret 2024 – 22 April 2024
- Seleksi artikel: 22 April 2024 – 30 April 2024
- Pertemuan penulis yang lolos: 2 Mei 2024
- Penulisan: 3 Mei – 1 Juli 2024
- Pertemuan penulisan: Awal Juni 2024
- Pertemuan penulisan untuk melakukan finalisasi: 2-3 Juli 2024
- Revisi dan finalisasi: 3 Juli – 17 Juli 2024
- Editing dan proofreading: 17 Juli – 24 juli
- Layout dan desain: 24 Juli – 7 Agustus 2024
- Pengiriman ke penerbit: Agustus 2024
Penyelenggara
Kegiatan ini dilakukan oleh Working Group Sejarah dan Masa Depan Perburuhan, bagian dari Labor Scholar Research Network yakni jejaring cendekia perburuhan lintas institusi baik akademik maupun publik yang akan dikembangkan menjadi asosiasi.
Anggota Working Group
- Dian Septi, Inter-Asia NGO Studies, Sungkonghoe University,
- Estu Putri Wilujeng, Departemen Sosiologi, Universitas Indonesia
- Fathimah Fildzah Izzati, IndoProgress
- Gabriela Lika Inga Moekoe, Universitas Airlangga
- Irfan Asgani, Labor Research and Policy, School of Industrial and Labor Relations, Cornell University
- Joko Susilo
- Kosuke Mizuno, Kyoto University & Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia
- P. Bagus Sugiyono
- Riani Rachmawati, Universitas Indonesia
- R. Afian Azhiim
- Sinergy Aditya Airlangga, Universitas Brawijaya
- Stanislaus Axel Paskalis, Serikat Merdeka Sejahtera
- Suci Lestari Yuana
- Zidan Faizi, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia
Penutup
Menuliskan sejarah dan implikasinya memerlukan aksi kolektif dari berbagai cendekia akademik maupun publik. Oleh karena itu, kami berharap agar kawan-kawan semua dapat berpartisipasi dalam menggali kembali sejarah perburuhan dan memetakan berbagai peluang di masa yang akan datang.
Referensi
Cairns, R., & Garrard, K. A. (2023). ‘Learning from history is something that is important for the future’: Why Australian students think history matters. Policy Futures in Education. https://doi.org/10.1177/14782103231177615
Ford, M. (2010). A victor’s history: A comparative analysis of the labour historiography of Indonesia’s new order. Labor History, 51(4), 523–541. https://doi.org/10.1080/0023656X.2010.528991
Ford, M., & Mizuno, K. (2008). Indonesian Labour since Suharto: Perspectives from the Region. Labour and Management in Development, 9, 1–15.
Tapia, M., & Turner, L. (2018). Renewed Activism for the Labor Movement: The Urgency of Young Worker Engagement. Work and Occupations, 45(4), 391–419. https://doi.org/10.1177/0730888418785657
Wilujeng, Estu Putri. (2022). Sejarah Kemerdekaan Indonesia, Sejarah Kelas Pekerja. IndoProgress. https://indoprogress.com/2022/10/sejarah-kemerdekaan-indonesia-sejarah-kelas-pekerja/
